Rasulullah s.a.w. adalah mandiri dalam menerapkan keadilan dan perlakuan adil.
Rasulullah senantiasa dapat menguasai diri. Bahkan ketika beliau sudah menjadi orang yang paling berkuasa sekalipun, selalu beliau dengarkan dengan sabar kata tiap-tiap orang, dan jika seseorang memperlakukan beliau dengan tidak sopan, beliau tetap melayaninya dan tidak pernah mencoba mengadakan pembalasan.
Kebiasaan orang Timur dalam menunjukkan penghormatan terhadap orang lain yang diajak bicara ialah dengan tidak memanggil dengan nama pribadinya. Kaum Muslimin biasa memanggil Rasulullah s.a.w. dengan kata-kata, “Ya Rasulullah,” dan kaum bukan-Muslim memanggil beliau, Abul Qasim (artinya Bapak si Qasim, karena salah seorang anak beliau bernama Qasim).
Teladan Rasulullah saw: Menguasai Diri
Rasulullah: Jadilah Orang Kaya yang "miskin"
Rasulullah SAW memberi arahan kepada kita agar menjadi seperti yang kita cita-citakan, berikut ini Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah S.A.W , Dia berkata : Aku ingin menjadi seorang Ulama’ (orang yang memiliki kedalaman ilmu).
Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi Ulama’
Dia berkata : Aku ingin menjadi orang paling kaya
Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri sendiri maka engkau akan jadi orang paling kaya
Dia berkata : Aku ingin menjadi orang yang adil
Baginda S.A.W menjawab: Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia
Nasehat Agung Rasulullah saw
Allah, Penolong Utama Rasulullah saw



