Keadilan Nabi Muhammad saw

 Rasulullah s.a.w. adalah mandiri dalam menerapkan keadilan dan perlakuan adil.

Bangsa Arab sangat suka mengagumi pribadi-pribadi tertentu dan menerapkan berbagai patokan kepada berbagai orang. Bahkan di antara bangsa-bangsa yang disebut beradab dewasa ini kita menyaksikan adanya keengganan mengadakan tuntutan terhadap orang-orang terkemuka atau yang mempunyai kedudukan atau jabatan yang tinggi atas perbuatan mereka, walaupun hukum diberlakukan secara ketat terhadap warga negara biasa. Tetapi, Rasulullah s.a.w. adalah mandiri dalam menerapkan keadilan dan perlakuan adil. Sekali peristiwa, suatu perkara dihadapkan kepada beliau tatkala seorang bangsawati terbukti telah melakukan pencurian. Hal itu menggemparkan, karena jika hukuman yang berlaku dikenakan terhadap wanita muda usia itu, martabat suatu keluarga yang sangat terhormat akan jatuh dan terhina.


Share/Bookmark

Teladan Rasulullah saw: Menguasai Diri

Rasulullah senantiasa dapat menguasai diri. Bahkan ketika beliau sudah menjadi orang yang paling berkuasa sekalipun, selalu beliau dengarkan dengan sabar kata tiap-tiap orang, dan jika seseorang memperlakukan beliau dengan tidak sopan, beliau tetap melayaninya dan  tidak pernah mencoba mengadakan pembalasan.

Kebiasaan orang Timur dalam menunjukkan penghormatan terhadap orang lain yang diajak bicara ialah dengan tidak memanggil dengan nama pribadinya. Kaum Muslimin biasa memanggil Rasulullah s.a.w. dengan kata-kata, “Ya Rasulullah,” dan kaum bukan-Muslim memanggil beliau, Abul Qasim (artinya Bapak si Qasim, karena salah seorang anak beliau bernama Qasim).


Share/Bookmark

Rasulullah: Jadilah Orang Kaya yang "miskin"

Suatu hari seorang laki-laki miskin mendatangi Aisyah istri Rasulullah saw, Aisyah pun memberinya sedekah. Lalu Aisyah memanggil pembantunya Barirah dan menyuruh memperhatikan dan menyelidiki laki-laki itu , apa benar laki-laki itu miskin atau pura-pura miskin, lalu dipakai apa itu sedekah yang didapatnya.

Melihat kejadian tersebut Rasulullah kemudian menegur Aisyah dengan sabdanya “ Jangan kau berhitung dalam memberi sedekah karena Allahpun tidak pernah berhitung dalam memberikan rezeki kepada kita “ (HR.Nasa’i , Ibnu Hibban, Ahmad dan Haitsami )

Dalam kesempatan lain Rasulullah juga menganjurkan: “ Wahai Aisyah, berlindunglah dari api neraka (kebangkrutan) meski hanya dengan bersedekah separuh biji korma, sungguh separuh biji korma itu mengisi perut orang yang lapar sama seperti ia mengisi perut orang yang kenyang “ (artinya walau separuh biji korma itu sudah cukup mengenyangkan bagi orang-orang yang sedang kelaparan) ( HR.Ahmad dan Mundziri )


Share/Bookmark

Nasehat Agung Rasulullah saw

Rasulullah SAW memberi arahan kepada kita agar menjadi seperti yang kita cita-citakan, berikut ini Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah S.A.W , Dia berkata : Aku ingin menjadi seorang Ulama’ (orang yang memiliki kedalaman ilmu).

Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi Ulama’

Dia berkata : Aku ingin menjadi orang paling kaya

Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri sendiri maka engkau akan jadi orang paling kaya

Dia berkata : Aku ingin menjadi orang yang adil

Baginda S.A.W menjawab: Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia


Share/Bookmark

Allah, Penolong Utama Rasulullah saw

Apakah bukan suatu hal yang ajaib bahwa seorang anak yatim yang miskin, tidak berdaya, tidak memiliki kekuatan, tidak terpelajar dan sendirian di tengah bangsa yang kaya di bidang keuangan, kekuatan militer dan intelektual, tetapi bisa membawa ajaran yang demikian cemerlang sehingga mampu membungkam semua orang dengan argumentasinya yang bersifat konklusif dan bukti-buktinya yang nyata? Beliau menunjukkan kesalahan-kesalahan dari mereka yang dianggap sebagai filosof besar. Beliau telah memperlihatkan kekuasaan sedemikian rupa yang dapat menurunkan seorang penguasa dari tahtanya dan menaikkan seorang miskin sebagai penggantinya. Kalau ini bukan bantuan Ilahi, lalu apa namanya ini? Mungkinkah seseorang mampu mengalahkan seluruh dunia dalam penalaran, pengetahuan dan kekuatan tanpa bantuan Ilahi sama sekali? Siapakah yang menyertai Rasulullah s.a.w. ketika beliau pertama kali mengumumkan kepada bangsanya bahwa beliau adalah seorang Nabi?


Share/Bookmark